Sholawat Asyghil

Sholawat Asyghil adalah doa yang dipopulerkan oleh Imam Jafar Ash-Shadiq untuk memohon perlindungan dari orang zalim dengan cara memalingkan perhatian mereka kepada orang zalim lainnya. Sholawat ini populer di Indonesia, sering dibaca setelah salat fardu atau istighatsah untuk memohon keselamatan dan kedamaian, terutama di tengah konflik.

Lafadz Sholawat Asyghil (Arab, Latin, dan Terjemahan)
    • Arab:
      اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَأَشْغِلِ الظَّالِمِينَ بِالظَّالِمِينَ، وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
    • Latin:
      Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad, wa asyghilidz dzolimin bidz dzolimin, wa akhrijna min bainihim salimin, wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’iin.
    • Terjemahan:
      “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka, dan limpahkanlah sholawat kepada keluarga serta para sahabatnya seluruhnya.”
Sejarah dan Keutamaan
  • Sejarah: Disusun oleh Imam Jafar Ash-Shadiq (wafat 138 H), salah satu keturunan Rasulullah SAW, pada masa akhir Dinasti Bani Umayyah dan awal Dinasti Bani Abbasiyyah untuk keselamatan umat dari pertikaian politik.
  • Keutamaan: Sering dibaca dalam majelis taklim dan istighatsah di Nusantara (terutama oleh kalangan NU) untuk memohon perlindungan Allah SWT dari tipu daya orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan mendapatkan keselamatan.
  • Waktu Membaca: Umumnya dibaca setelah shalat fardhu dan dianjurkan dibaca sebanyak tujuh kali pada hari Jumat.

Artikel Lainnya :

Donasi Yuk, Agar Website ini bisa tetap online dan selalu menyebarkan kebaikan Klik Disini Untuk Halaman Donasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *